Program Pelatihan dan Penanggulangan Bencana Kebakaran

TABUNG DRY CHEMICAL POWDER A.B.C
8 Juni 2018
FOAM
TABUNG FOAM
8 Juni 2018

Bencana kebakaran belakangan ini terlihat semakin sering terjadi, melihat kondisi seperti ini menuntut kita untuk lebih waspada dan bisa mengambil tindakan yang cepat bila bencana tersebut benar-benar terjadi. Untuk itu, CV. CS FIRE FIGHTER  Group mengadakan Training Basic Fire 

Seperti di halaman PT Kharisma Energi Alam (SPBU. 54. 611. 38) yang beralamat di JL. Raya Meduran No.76 Gresik, Jawa Timur  . Dengan diikuti seluruh OB (Office Boy) maupun OG (Office Girl)  mengikuti pelatihan penggunaan APAR (Alat Pemadaman Api Ringan) dan Karung Goni. Kegiatan ini berlangsung selama sehari dan diikuti lebih dari 10 orang karyawan dari PT Kharisma Energi Alam (SPBU. 54. 611. 38)

Kegiatan ini dilakukan agar para peserta memahami cara menaggulangi bahaya kebakaran yang terjadi di lokasi kerja serta memahami cara penanggulangan dan prosedur penggunaan alat pemadam api ringan yang benar.

Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Manager CV. CS FIRE FIGHTER GROUP – DHARMAWAN WISNU GROHO dalam sambutannya ia mengungkapkan “Pihak kami sengaja melakukan pelatihan penanggulangan kebakaran untuk mengasah kemampuan para karyawan dalam mencegah dan menanggulangi kebakaran, karena di SPBU ini merupakan salah satu tempat yang sangat rawan bencana kebakaran, karena banyak terdapat bahan bakar seperti bensin dan solar yang mudah terbakar. Semoga setelah mengikuti pelatihan ini, para peserta dapat memahami prosedur penggunaan APAR serta mengetahui secara dini langkah-langkah penanganan kebakaran yang dapat mengantisipasi dan minimalisir kondisi kebakaran”.

Dalam pelatihan tersebut, para peserta mendapatkan berbagai materi mulai dari mengetahui teori api, segitiga api serta bagaimana penaggulangan ketika kebakaran yang sifatnya ringan terjadi dengan menggunakan APAR. Dalam pelatihan yang diikuti lebih dari 10 orang karyawan, Sabikul dari CV. CS FIGHTER Group selaku pemateri menyampaikan beberapa teori dalam penggunaan APAR, diantaranya :

 

“Langkah-langkahnya dikenal dengan teknik PASS, yaitu Pull, Aim, Squeeze and Sweep. Tegakkan tabung pemadam, tarik kunci pengaman, arahkan ke arah api, remas dan tekan pegangan, lalu semprotkan ke arah api. Diharapkan para peserta menjadi lebih mengerti Prosedur Tanggap Darurat, Teknik pemadaman api mula dengan menggunakan APAR dan lebih waspada terhadap bahaya kebakaran”.
Tehnik Pemadam Api[lightbox full=”http://csfirefighter.com/wp-content/uploads/2015/01/IMG-20171026-WA0005-1-1.jpg” title=”Tehnik Pemadam Api”][/lightbox]
Setelah diberikan teori penggunaan APAR (Alat Pemadam Api Ringan), para peserta kemudian melakukan simulasi pemadaman api dengan menggunakan APAR disekitar halaman PT Kharisma Energi Alam (SPBU. 54. 611. 38) dan didampingi Oleh PEMBIMBING BERPENGALAMAN dari CV. CS FIRE FIGHTER Group.

 

Pada kesempatan yang sama SABIKUL menjelaskan “Beberapa tahap yang dilakukan dalam memadamkan api adalah jangan panik, lalu cabut besi penyangganya, lalu tekan alat penyemprot dengan selang mengarah keatas, lalu semprotkan gas tersebut kearah pangkal api. Kegiatan ini merupakan penyelamatan terhadap kecelakaan kerja apabila terjadi kebakaran ringan, dengan begini para peserta dapat mengetahui dan melakukan tindakan awal dalam menggunakan APAR apabila terjadi kebakaran awal ditempat kerja”. Secara bergantian para peserta mencoba peralatan yang disiapkan untuk memadamkan api, mereka sangat antusias mencoba APAR yang disiapkan.

Salah satu peserta mengungkapkan “Terima kasih karena kami diberi kesempatan mengikuti pelatihan, semoga apa yang dipelajari ini dapat kami manfaatkan terlebih lagi kondisi kantor yang sangat rentan dan berpotensi bahaya”. Hal yang sama juga diungkapkan Bapak Handrian Permana selaku manager  PT Kharisma Energi Alam (SPBU. 54. 611. 38) “ Ini pertama kalinya kami mengikuti dan mencoba alat pemadam semprot seperti ini, sangat menyenangkan dan pelajaran baru buat kami, semoga apa yang kami pelajari dapat di impelementasikan jika suatu waktu di lingkungan sekitar terjadi hal-hal yang tidak diharapkan”.

Di akhir pelatihan dapat dilihat bahwa sebagian besar peserta sudah bisa mempergunakan APAR dan karung goni dengan baik, hanya saja kepanikan harus bisa diatasi untuk dapat melakukan pemadaman api dengan tuntas sehingga dampak yang ditimbulkan tidak terlalu besar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *